Tanggung Jawab Individu

Tentang ajaran dasar Islam, yakni tanggung jawab individu, bukan pertanggungjawaban kolektif, atau mempertanggungjawabkan dosa orang lain.

 ØªِÙ„ۡÙƒَ Ø£ُÙ…َّØ©ٞ Ù‚َدۡ Ø®َÙ„َتۡۖ Ù„َÙ‡َا Ù…َا Ùƒَسَبَتۡ ÙˆَÙ„َÙƒُÙ… Ù…َّا ÙƒَسَبۡتُÙ…ۡۖ ÙˆَÙ„َا تُسۡ‍َٔÙ„ُونَ عَÙ…َّا Ùƒَانُواْ ÙŠَعۡÙ…َÙ„ُونَ

Kini, umat itu telah berlalu; terhadap mereka akan diperhitungkan apa yang telah mereka usahakan dan terhadap kalian apa yang telah kalian usahakan; dan kalian tidak akan dihakimi berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan. (Al-Baqarah [2]: 134)

Lit., ÙˆَÙ„َا تُسۡ‍َٔÙ„ُونَ عَÙ…َّا Ùƒَانُواْ ÙŠَعۡÙ…َÙ„ُون, “kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka lakukan”. Dan ayat ini, juga pada ayat 141 dalam surah yang sama, sekali lagi menekankan ajaran dasar Islam tentang tanggung jawab individu, sekaligus menyangkal gagasan kaum Yahudi sebagai “umat pilihan” karena alasan faktor keturunan mereka, dan juga—secara tersirat—menyangkal doktrin Kristen tentang “dosa asal”, yang dianggap dibebankan kepada semua manusia karena jatuhnya Adam dari surga.

Demikian! []

Baca juga: Syafaat 

Posting Komentar

0 Komentar