Jadikan Sabar dan Shalat Sebagai Pebolong

Orang yang Beriman (2)

Wahai orang-orang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; Allah bersama orang yang tabah.  (Al-Baqarah [2]: 153)

Inilah seruan Allah yang kedua bagi orang-orang yang beriman dalam surah Al-Baqarah, yakni perintah untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong.

Dikhususkannya penyebutan shalat, bukan ibadah-ibadah lainnya, isyarat betapa kedudukan shalat itu agung, bahkan Rasulullah Saw. pun saat ditimpa sesuatu, beliau bergegas mengerjakan shalat.

Dalam riwayat lain, bahwa Baginda Nabi pernah melihat Abu Hurairah mengeluhkan perutnya yang sakit, maka Rasulullah Saw. memerintahkannya untuk shalat.

Adapun sabar, secara lateral adalah mencegah, dan menahan diri, kerap didefinisikan sebagai upaya menjauhkan diri dari pelanggaran, tenang ketika menghadapi musibah, dan mengedepankan kekayaan jiwa di saat kefakiran menyelimuti seluruh aspek kehidupan.

Intinya, kesabaran akan mendekatlan diri kepada Allah. Dengan kesabaran, seorang hamba dapat mencapai tingkatan Nabi dan orang-orang saleh generasi awal: para Sahabat Rasulullah, dan para Tabi’in.

Oleh karenanya, hakikat sabar, sebagaimana dituturkan Yahya bin Al-Yaman, adalah tidak mengharapkan kondisi lain kecuali apa yang telah dianugerahkan oleh Allah, ridha terhadap segala takdir Allah, baik urusan dunia maupun akhirat.

Tersebut dalam sirah, Baginda Rasulullah bersabar terhadap lidah-lidah yang menghinanya. Apalagi beliau hidup di tengah masyarakat yang senantiasa mengedepankan sanjungan dan menjauhkan dari beragam cela. Baginda Muhammad juga sabar terhadap kemiskinan. Sabar dalam berdakwah, sabar dalam situasi yang serba sulit.

Ketika Ibrahim—putra Rasulullah dari istri Maria—meninggal dunia, Baginda Nabi mengangkat jenazah sang putra, seakan-akan beliau berbicara kepada gunung mengenai kondisinya dengan Ibrahim, “Wahai gunung, seandainya apa yang terjadi kepada kami ini menimpamu, niscaya engkau juga akan merasa berat. Namun, kita semua adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.”

Singkatnya, kunci kemenangan dan kesuksesan dalam hidup ini adalah sabar dan shalat. Maka, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong.

Demikian! []

Baca juga: Mengikuti Rasulullah

Posting Komentar

0 Komentar