Sepuluh ayat terakhir surah ‘Abasa [80] ini merupakan peringatan Allah yang bakal diterima manusia kelak pada Hari Kebangkitan.
فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ --- يَوۡمَ يَفِرُّ ٱلۡمَرۡءُ مِنۡ
أَخِيهِ --- وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ --- وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ --- لِكُلِّ ٱمۡرِيٕٖ
مِّنۡهُمۡ يَوۡمَئِذٖ شَأۡنٞ يُغۡنِيهِ
Maka, ketika panggilan [kebangkitan] yang
amat nyaring terdengar --- pada Hari ketika setiap orang akan [ingin]
lari dari saudaranya, --- dari ibu dan bapaknya, --- dari
pasangannya dan anak-anaknya: --- pada Hari itu, perhatian setiap orang
akan cukup disibukkan dengan keadaan dirinya masing-masing. (‘Abasa [80]:
33-37)
Yakni, karena Allah mampu melahirkan kehidupan baru dari
bumi yang kelihatannya mati, Dia juga mampu membangkitkan kembali manusia yang
sudah mati.
وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ --- ضَاحِكَةٞ مُّسۡتَبۡشِرَةٞ
Sebagian wajah pada Hari itu akan cerah-ceria memancarkan
kebahagiaan, --- tertawa-tawa, senang mendengar kabar gembira. (‘Abasa
[80]: 38-39)
وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٞ --- تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ
--- أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَفَرَةُ ٱلۡفَجَرَةُ
Dan, sebagian wajah pada Hari itu akan tertutup dengan
debu, --- diselimuti dengan kegelapan: --- mereka, mereka itulah orang-orang
yang mengingkari kebenaran dan tenggelam dalam kefasikan! (‘Abasa [80]:
40-42)
Demikian terjemahan oleh Muhammad Asad, sebagaimana tertera
dalam The Message of the Quran.

0 Komentar