Baginda Nabi di hadapan Quraisy (dan di hadapan kita) merupakan garis para nabi, yang datang hendak mengajar dan membimbing manusia kepada persatuan dan kebenaran.
Lantas, tidakkah kita mau mendengarkan suaranya? Betapa
setiap hari berlalu, hari kiamat pun bertambah dekat pula.
هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ --- أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ
--- لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ
Inilah peringatan seperti peringatan-peringatan terdahulu;
--- [Saat Terakhir] yang amat dekat itu semakin mendekat,
--- [walau] tiada yang mampu mengungkapkannya kecuali Allah ….
(al-Najm [53]: 56-58)
Lit., “sebuah peringatan dari [atau di antara]
peringatan-peringatan terdahulu”—ini menunjukkan bahwa wahyu yang diberikan
kepada Nabi Muhammad Saw. tidak dimaksudkan untuk membuat agama yang “baru”,
tetapi sebaliknya, untuk melanjutkan dan membenarkan pesan-pesan dasar yang
diamanatkan kepada nabi-nabi sebelumnya—yang dalam ayat ini mengacu kepada
pastinya kedatangan Saat Terakhir dan pengadilan akhir Allah.
أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ --- وَتَضۡحَكُونَ وَلَا
تَبۡكُونَ --- وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ
Apakah kalian, mungkin, merasa heran dengan pemberitaan
ini? --- Dan apakah kalian tertawa dan bukannya menangis, ---
dan kalian selalu mengalihkan diri? (al-Najm [53]: 59-61)
Jika hanya heran tak berarti apa-apa, kendati heran yang
disertai kekaguman. Setiap orang harus berusaha dan berbuat, dan karunia Allah
akan memberikan perlindungan.
Dan soal hidup serta hari kiamat itu serius. Karenanya, segala
yang kita lakukan di dunia ini pun serius dan penting. Segala kebodohan dan
kecerobohan harus kita tinggalkan. Ini bukan waktu tertawa.
Kalau kita tahu tentang segala kekurangan diri, kita patut
menangis, bersama para malaikat yang baik, yang juga menangisi kita.
Tetapi sekadar menangis tidak akan menolong. Kita pun harus
memahami Allah dan beribadah kepada-Nya. Dengan demikian kita akan dapat memahami
diri kita dan sesama manusia.
فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩, [Tidak], akan
tetapi bersujudlah di hadapan Allah, dan sembahlah [Dia saja]!
(al-Najm [53]: 62)
Demikianlah, kita diminta sujud dan beribadah kepada-Nya. Sehingga,
inilah kesudahan yang benar tentang wahyu serta sikap yang benar pula memahami
dunia, alam, sejarah, serta berperannya kehendak Allah.
Begitu! []

0 Komentar