Pengungkapan (5)

Manusia dengan kecenderungan berpikir serba materi, yang nafsunya terbatas pada seks dan segala yang sifatnya kebendaan, tak akan melampaui semua itu.

Pengetahuan mereka akan terbatas hanya pada lingkungan sempit itu dan pikiran mereka pun di sekitar itu pula. Sedang dunia ruhani di luar pengetahuannya.

Sementara orang yang mempunyai wawasan ruhani, sekalipun beberapa kali ia menghadapi kegagalan untuk mencapai apa yang dicita-citakan sepenuhnya, ia berada di jalan yang benar. Ia ingin mendapat bimbingan dan karunia Allah memberi jalan ke arah itu dan akan menolongnya.

فَأَعۡرِضۡ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكۡرِنَا وَلَمۡ يُرِدۡ إِلَّا ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا --- ذَٰلِكَ مَبۡلَغُهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱهۡتَدَىٰ

Karenanya, hindarilah olehmu orang-orang yang berpaling dari mengingat Kami dan yang hanya menginginkan kehidupan dunia ini saja, --- yang bagi mereka merupakan satu-satunya hal yang layak diketahui. Perhatikanlah, Pemeliharamu mengetahui sepenuhnya siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia mengetahui sepenuhnya siapa yang mengikuti petunjuk-Nya. (al-Najm [53]: 29-30)

وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى

Sesungguhnya, kepunyaan Allah-lah segala yang ada di lelangit dan segala yang ada di bumi: dan demikianlah Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan tertinggi. (al-Najm [53]: 31)

Yakni, sementara perbuatan baik akan diganjar dengan pahala yang jauh melebihi nilai sebenarnya, perbuatan jahat akan dibalas dengan setimpal saja, dan keduanya akan diputuskan oleh Yang Mahakuasa tanpa bantuan “perantara” ataupun syafaat”.

ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ

Adapun bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan yang memalukan—walaupun terkadang boleh jadi  mereka tergelincir—perhatikanlah, ampunan Pemeliharamu berlimpah-limpah.

Dia mengetahui keadaan kalian sepenuhnya tatkala Dia menjadikan kalian dari tanah, dan tatkala kalian masih tersembunyi di dalam rahim ibu kalian: maka, janganlah menganggap diri kalian suci—[sebab] Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang sadar akan Dia. (al-Najm [53]: 32)

Lit., “kecuali sebuah sentuhan [daripadanya]” suatu frasa yang dapat dipahami sebagai “ketergeliciran berbuat dosa yang terjadi sekali-sekali”—yakni, yang dilakukan dengan tidak disengaja—yang kemudian diikuti dengan tobat yang tulus.

Dia mengetahui keadaan kalian sepenuhnya” secara tersirat, “dan mengetahui kelemahan kodratmu”—sebuah pengulangan tersirat dari pernyataan “manusia diciptakan (bersifat) lemah” dan, karenanya, bisa saja tersandung berbuat dosa.

Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang sadar akan Dia”, yakni, “jangan pernah membanggakan kesucian diri kalian”, tetapi tetaplah rendah hati dan ingatlah bahwa “tetapi  Allah-lah yang menyebabkan siapa pun yang Dia kehendaki untuk tumbuh dalam kesucian”.

Demikian! []

Baca juga: Pengungkapan (4)

Posting Komentar

0 Komentar