Manusia dengan kecenderungan berpikir serba materi, yang nafsunya terbatas pada seks dan segala yang sifatnya kebendaan, tak akan melampaui semua itu.
Pengetahuan mereka akan terbatas hanya pada lingkungan
sempit itu dan pikiran mereka pun di sekitar itu pula. Sedang dunia ruhani di
luar pengetahuannya.
Sementara orang yang mempunyai wawasan ruhani, sekalipun
beberapa kali ia menghadapi kegagalan untuk mencapai apa yang dicita-citakan
sepenuhnya, ia berada di jalan yang benar. Ia ingin mendapat bimbingan dan
karunia Allah memberi jalan ke arah itu dan akan menolongnya.
فَأَعۡرِضۡ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكۡرِنَا وَلَمۡ يُرِدۡ إِلَّا
ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا --- ذَٰلِكَ مَبۡلَغُهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ
أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱهۡتَدَىٰ
Karenanya, hindarilah olehmu orang-orang yang berpaling
dari mengingat Kami dan yang hanya menginginkan kehidupan dunia ini saja, ---
yang bagi mereka merupakan satu-satunya hal yang layak diketahui.
Perhatikanlah, Pemeliharamu mengetahui sepenuhnya siapa yang tersesat dari
jalan-Nya, dan Dia mengetahui sepenuhnya siapa yang mengikuti petunjuk-Nya.
(al-Najm [53]: 29-30)
وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيَجۡزِيَ
ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى
Sesungguhnya, kepunyaan Allah-lah segala yang ada di lelangit
dan segala yang ada di bumi: dan demikianlah Dia akan memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan akan
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan tertinggi.
(al-Najm [53]: 31)
Yakni, sementara perbuatan baik akan diganjar dengan pahala
yang jauh melebihi nilai sebenarnya, perbuatan jahat akan dibalas dengan
setimpal saja, dan keduanya akan diputuskan oleh Yang Mahakuasa tanpa bantuan “perantara”
ataupun syafaat”.
ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا
ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم
مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ
أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
Adapun bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
perbuatan-perbuatan yang memalukan—walaupun terkadang boleh jadi mereka tergelincir—perhatikanlah, ampunan
Pemeliharamu berlimpah-limpah.
Dia mengetahui keadaan kalian sepenuhnya tatkala Dia
menjadikan kalian dari tanah, dan tatkala kalian masih tersembunyi di dalam rahim
ibu kalian: maka, janganlah menganggap diri kalian suci—[sebab] Dia-lah
yang paling mengetahui siapa orang yang sadar akan Dia. (al-Najm [53]: 32)
Lit., “kecuali sebuah sentuhan [daripadanya]” suatu frasa
yang dapat dipahami sebagai “ketergeliciran berbuat dosa yang terjadi
sekali-sekali”—yakni, yang dilakukan dengan tidak disengaja—yang kemudian
diikuti dengan tobat yang tulus.
“Dia mengetahui keadaan kalian sepenuhnya” secara
tersirat, “dan mengetahui kelemahan kodratmu”—sebuah pengulangan tersirat dari
pernyataan “manusia diciptakan (bersifat) lemah” dan, karenanya, bisa saja
tersandung berbuat dosa.
“Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang sadar
akan Dia”, yakni, “jangan pernah membanggakan kesucian diri kalian”, tetapi
tetaplah rendah hati dan ingatlah bahwa “tetapi
Allah-lah yang menyebabkan siapa pun yang Dia kehendaki untuk tumbuh
dalam kesucian”.
Demikian! []

0 Komentar