Kuda-kuda Perang (2)

Inilah lanjutan dari lima ayat sebelumnya, [Kuda-kuda Perang (1)], yang tidak diragukan lagi berisikan kecaman.

  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٞ --- وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٞ --- وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلۡخَيۡرِ لَشَدِيدٌ, Sungguh, kepada Pemeliharanya, manusia itu sangat tidak berterimakasih—dan terhadap hal ini, perhatikanlah, dia [sendiri] benar-benar menjadi saksi: --- sebab, sungguh, demi kecintaan terhadap hartalah dia abdikan dirinya dengan penuh semangat. (al-‘Adiyat [100]: 6-8)

Ya, “manusia itu sangat tidak berterimakasih” yakni, setiap kali dia tunduk pada nafsunya—yang disimbolkan dengan kuda perang yang berjalan liar—dia melupakan Allah dan melupakan tanggung jawabnya kepada-Nya.

Sudah mati ruhaninya, kira-kira seperti itu. Orang yang mati ruhani, tidak mau tahu adanya Pencipta yang telah menciptakan dan menghidupkannya. Yang setiap saat memberinya berkah. Ia melupakan atau mengingkari Tuhan, bahkan menyalahgunakan pemberian-Nya dengan menyakiti sesama makhluk.

Maka, alangkah buruknya. Manusia, “sebab, sungguh, demi kecintaan terhadap hartalah dia abdikan dirinya dengan penuh semangat”, ya, ia melakukan pengkhianatan terhadap Tuhan dengan mengejar-ngejar kekayaan dan keuntungan dunia yang sebetulmnya fana dan tak seberapa harganya ini.

۞أَفَلَا يَعۡلَمُ إِذَا بُعۡثِرَ مَا فِي ٱلۡقُبُورِ --- وَحُصِّلَ مَا فِي ٱلصُّدُورِ --- إِنَّ رَبَّهُم بِهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّخَبِيرُۢ, Namun, tidakkah dia tahu bahwa [pada Hari Akhir] tatkala dibangkitkan dan dikeluarkan semua yang ada di dalam kubur, --- dan diungkapkan segala yang [tersembunyi] di dalam hati manusia—bahwa pada Hari itu, Pemelihara mereka [akan memperlihatkan bahwa Dia] selalu mengetahui sepenuhnya keadaan mereka? (al-‘Adiyat [100]: 9-11)

Benar adanya, Allah mengetahui dan waspada sepenuhnya sepanjang waktu. Dan segala rahasia, yang oleh manusia sudah lama dilupakan, akan dibuka di hadapan mereka di akhirat.

Demikian!

Baca juga: Kuda-kuda Perang (1)

Posting Komentar

0 Komentar