Al-Baqarah: 29
Dia-lah yang telah menciptakan untuk kalian segala yang ada di bumi, dan telah menerapkan rancangan-Nya di langit dan membentuknya menjadi tujuh langit; dan hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Pada ayat 29 ini, istilah sama’ (angkasa atau langit) digunakan untuk menunjuk pada segala yang membentang bagaikan atap di atas apa pun.
Jadi, langit yang tampak membentang bagaikan kubah di atas bumi dan membentuk tudung—begitulah kira-kira—bagi bumi, disebut sama’: dan inilah makna utama istilah sama’ dalam Al-Quran. Dalam pengertiannya yang lebih luas, ia berkonotasi “sistem kosmik”.
Adapun mengenai “tujuh langit”, harus diingat bahwa dalam bahasa Arab—dan juga dalam bahasa Semit lainnya—angka “tujuh” sering sama artinya dengan “beberapa”, sebagaimana “tujuh puluh” atau “tujuh ratus” sering berarti “banyak” atau “sangat banyak”.
Hal ini, jika dipahami dengan mempertimbangkan definisi linguistik lazimnya—yakni bahwa “setiap sama’ adalah sebuah sama’ dalam kaitannya dengan apa yang ada di bawahnya”—dapat menjelaskan bahwa “tujuh langit” di sini menunjukkan banyaknya sistem kosmik.
Tentang penafsiran tsumma yang diterjemahkan menjadi “dan”, memang tidak selalu menunjukkan urutan waktu (“kemudian” atau “lalu”). Dalam kasus ketika ia digunakan untuk menghubungkan pernyataan yang sejajar, ia sering berfungsi sebagai kata sambung wa (“dan”)—“dan telah menerapkan rancangan-Nya di langit…”, dst.
Demikian! []
Baca juga: Allah Berkuasa

0 Komentar