Hanya Gentar Kepada-Nya

Al-Baqarah [2]: 40

WAHAI, BANI ISRAIL! Ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan penuhilah janji kalian kepada-Ku, [niscaya] akan Kupenuhi janji-Ku kepada kalian; dan kepada-Ku, kepada-Ku-lah kalian harus merasa gentar!

Pasase ini berkaitan langsung dengan pasase sebelumnya, dalam artian bahwa ayat ini merujuk pada pemberian petunjuk yang berkelanjutan kepada manusia dalam bentuk wahyu Ilahi.

Dalam ayat ini, sebagaimana di banyak tempat lain dalam Al-Quran, rujukan kepada Bani Israil muncul mengingat fakta bahwa keyakinan keagamaan mereka merepresentasikan fase konsep monoteistik yang lebih awal, yang lalu mencapai puncaknya dengan pewahyuan Al-Quran.

Kemudian seruan yang ditujukan kepada Israil itu secara subjektif masih dalam bahasa yang sama dengan tradisi mereka sendiri: Kamu menuntut menjadi bangsa yang diutamakan, lupakah kamu akan segala nikmat-Ku? Kamu menuntut suatu perjanjian khusus dengan Aku. Dari pihak-Ku telah Kupenuhi janji itu dengan mengeluarkan kamu dari negeri perbudakan dan memberikan kepada kamu negeri Kanaan, negeri yang “melimpah dengan susu dan madu”, dari pihak kamu dapatkah kamu memenuhi janjimu sendiri. Masihkah kamu gentar akan kehadiranmu sebagai suatu bangsa? Kalau kamu gentar kepada-Ku, tak ada sesuatu lagi yang harus menjadi masalah. 

Demikian! []  

Baca juga: Alegori Kejatuhan

Posting Komentar

0 Komentar