Zainab binti Khuzaimah

PADA bulan Ramadhan tahun 4 hijrah, Baginda Rasul menikah dengan Zainab binti Khuzaimah. Zainab ini dikenal sebagai Umm al-Masakin, ibunya orang-orang miskin, karena bahkan sebelum masa Islam sudah gemar bersedekah.

Zainab merupakan istri kelima Nabi setelah Khadijah, Saudah, Aisyah, dan Hafshah. Sebelumnya, ia menikah dengan Abdullah bin Jahesy yang gugur di medan Uhud. Ia dinikahkan oleh pamannya, Qabishah bin ‘Amr dengan sang Baginda. 

Zainab dikenal sebagai perempuan yang sangat baik dan berakhlak luhur, namun kecantikannya tidaklah menonjol, sehingga Aisyah dan Hafshah pun tak memendam cemburu kepada dirinya.

Sehingga jelaslah, Baginda Nabi menikahinya semata-mata terdorong oleh belas kasih, serta demi penghormatan kepada mendiang suaminya yang gugur. Tetapi bagi Zainab, hal ini merupakan anugerah tiada tara menjadi pendamping sang Mulia. Zainab merasa, hidupnya mendadak penuh rona berbunga-bunga. Hanya sayang, hidupnya bersama sang Baginda Nabi tak bertahan lama. 

Dan bisa jadi, ketika itu Zainab menderita suatu penyakit sebab baru berusia 30 tahun, tidak lama setelah pernikahan, kurang lebih dua atau tiga bulan, mendahului beliau. 

Singkatnya, waktu kebersamaan Zainab dengan sang Baginda Nabi teramat singkat. Ia merupakan istri pertama yang wafat pada masa hidup Nabi di Madinah. Jadi, ia bersama Khadijah mendahului beliau pulang keharibaan-Nya.

Sudah tentu sang Baginda terpukul atas kematiannya. Kematian yang menghidupkan ingatan beliau akan kematian istri pertama, Khadijah. Sebuah layar kesedihan seolah-olah tergelar seketika di hadapan beliau.

Syahdan, Zainab dimakamkan di Baqi’, tidak jauh dari Masjid Nabawi. 

Demikianlah. []

Baca juga: Hahshah binti Umar

Posting Komentar

0 Komentar