Berangkat dari Quba

(33)

Sebelum Baginda Nabi Saw. sampai di Yatsrib, kaum muslimin di sana telah mendengar kabar bahwa Nabi telah meninggalkan Makkah. Karenanya, setiap hari sebagian dari mereka pergi bersama-sama ke suatu tempat atau kampung yang letaknya beberapa mil dari kota Yatsrib, hendak menyongsong kedatangan beliau.

Sementara itu Baginda Nabi dan Sayyidina Abu Bakar, saat matahari sedang memancarkan panasnya, telah sampai di Quba. Waktu itu, penduduk Quba sudah banyak yang memeluk Islam, tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang sudah mengenal Baginda Nabi dan Sayyidina Abu Bakar. Begitu juga mereka yang datang dari Yatsrib, yang hendak menyongsong kedatangan beliau, tiada yang mengenal rupa sang Baginda.

Sehingga, mereka sama sekali tak mengetahui bahwa Nabi dan Abu Bakar telah tiba dan sedang berteduh di bawah pohon kurma. Pada waktu itu, ada seorang Yahudi yang telah mengetahui bahwa yang tengah berteduh itu adalah orang yang dinanti penduduk Yatsrib.

“Hai orang-orang Arab! Itulah orang yang kamu harap-harap kedatangannya!” teriak sang Yahudi.

Begitu mendengar teriakan yang berulang-ulang itu, mereka yang berniat menjemput berlari-lari menuju tempat beliau berteduh. Orang-orang muslim dari Quba pun datang berduyun-duyun ke situ. Namun, sekali lagi karena mereka belum pernah bertemu, mereka mengira Sayyidina Abu Bakar-lah sang Nabi.

Dan sadar akan sangkaan mereka, Sayyidina Abu Bakar segera mengibar-ibarkan selendangnya lalu meneduhi sang Nabi. Dengan begitu mengertilah mereka. Hari itu adalah hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun ke-13 dari kenabian atau tahun ke-53 dari hari kelahiran beliau.

Selanjutnya, kaum muslimin meminta Nabi untuk tinggal beberapa hari di Quba, dan beliau mengabulkannya. Baginda Nabi dan Sayyidina Abu Bakar berdiam di Quba selama lebih dari sepuluh hari dan sepuluh malam. Selama tempo itu pula, di Quba didirikan sebuah masjid. Dan masjid inilah yang kali pertama didirikan oleh Nabi Saw. yang kemudian diabadikan dalam surah At-Taubah ayat 109.

Saat yang sama, sesudah Sayyidina Ali menunaikan pesan sang Baginda, diam-diam ia dan keluarga Nabi beserta keluarga Sayyidina Abu Bakar berangkat ke Yatsrib. Di antara mereka itu ialah Fathimah, Ummu Kultsum, Saudah, Ummu Aiman, Usamah, Ummu Ruman, Aisyah, Asma’, dan Abdullah, serta orang-orang dari kalangan bawah.

Mereka berkendara unta dalam iringan Sayyidina Ali yang berjalan kaki. Dan selama perjalanan, pada siang hari mereka berhenti dan bersembunyi, dan saat malam tiba, mereka berjalan lagi meneruskan langkah. Maka, setelah sampai di Quba, tahulah Baginda Nabi bahwa kaki Sayyidina Ali bengkak-bengkak dan banyak mengeluarkan darah. Beliau memohon kepada Allah seraya mengusap kaki Sayyidina Ali, dan seketika itu juga, Allah mengabulkan, bengkak di kakinya pun lenyap.

Kemudian, sesudah satu atau dua malam Sayyidina Ali beserta rombongan di Quba, berikutnya bersama-sama sang Baginda dan Sayyidina Abu Bakar berangkatlah kafilah kecil ini ke Yatsrib.

Namun, sebelum berangkat ke Yatsrib, Baginda Saw. mengabarkan kepada kaum muslimin di sana, terutama kepada keturunan Najjar. Oleh sebab itu, pada hari beliau berangkat, mereka telah datang berduyun-duyun ke Quba dengan berpakaian kebesaran serta bersenjatakan pedang, hendak menjemput dan mengiring perjalanan sang Baginda dari Quba menuju Yatsrib.

Dan saat akan berangkat, Baginda Nabi berdiri di masjid Quba dengan dikelilingi para sahabat dari Quba dan Yatsrib, termasuk rombongan dari Makkah yang dibawa Sayyidina Ali.

“Apakah kalian orang-orang beriman?” tanya beliau.

Mereka semuanya terdiam. “Apakah kalian orang-orang beriman?” ulang beliau.

Semuanya tetap diam, kecuali Umar ibn Al-Khattab. “Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka itu orang-orang beriman, dan saya bagian dari mereka.”

“Apakah kalian percaya akan keputusan Allah?” tanya sang Baginda.

“Ya,” jawab mereka serempak.

“Apakah kalian tahan akan malapetaka?”

“Ya.”

“Apakah kalian bersyukur atas karunia?”

“Ya.”

“Demi Tuhannya Ka’bah, kalian ini orang-orang beriman.” Sabda beliau kemudian.

Demikianlah. []

Baca juga: Peristiwa Ajaib

Posting Komentar

0 Komentar