Sampai di manakah puncak kekuasaan manusia? Nah, ayat-ayat berikut mengetengahkan sosok Fir’aun dan Tsamud, yang pongah akan sebuah kerajaan besar. Namun, akhirnya binasa lantaran menantang hukum Allah.
هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلۡجُنُودِ --- فِرۡعَوۡنَ
وَثَمُودَ
Apakah telah sampai kepadamu kisah
pasukan-pasukan [yang bergelimang dosa], ---
[pasukan] Fir’aun dan [pasukan suku] Tsamud?
(al-Buruj [85]: 17-18)
Secara tersirat, yaitu “yang keduanya
dihancurkan karena dosa-dosa mereka”. Kisah tentang Fir’aun dan pasukannya, dan
pembinasaan mereka dengan cara ditenggelamkan, disebut berkali-kali dalam
al-Qur’an; mengenai kisah kaum Tsamud bisa dilihat dalam surah al-A’raf [7]: 73
dst.
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي تَكۡذِيبٖ -- وَٱللَّهُ
مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطُۢ
Sungguhpun demikian, mereka yang
bersikeras mengingkari kebenaran tetap kukuh dalam mendustakan kebenaran itu: --- padahal, sementara itu Allah meliputi mereka [dengan
pengetahuan dan kekuasaan-Nya] tanpa mereka menyadari akan hal itu.
(al-Buruj [85]: 19-20)
Lit., “dari belakang mereka”, suatu frasa
idiomatis yang berarti suatu kejadian yang tidak dapat diketahui oleh
orang-orang yang terkait erat dengannya.
بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ --- فِي لَوۡحٖ
مَّحۡفُوظِۢ
Tidak, tetapi [kitab Ilahi yang mereka tolak] ini adalah bacaan yang
sangat mulia, --- [yang tertulis] di dalam suatu lembaran yang
tidak akan pernah rusak ataupun sirna. (al-Buruj [85]: 21-22)
Lit., “pada lembaran yang terjaga dengan
baik (lauh mahfuzh)”—suatu penggambaran mengenai al-Qur’an yang hanya dapat
ditemukan dalam ayat ini. Meskipun sebagian mufasir mengambil ungkapan tersebut
secara harfiah dan memahaminya sebagai “lembaran yang terdapat di langit” yang
padanya al-Qur’an dituliskan sejak zaman azali.
Bagi banyak mufasir lainnya, ungkapan
tersebut senantiasa mengandung makna metafora: yakni, mengacu pada kualitas
kitab Ilahi ini yang tidak akan pernah rusak ataupun sirna. Penafsiran ini
dinyatakan, secara tegas, dapat dibenarkan, misalnya oleh Al-Thabari,
Al-Baghawi, Al-Razi, atau Ibnu Katsir, yang semuanya sepakat bahwa ungkapan
“pada lembaran yang terjaga dengan baik” berkaitan dengan janji Allah bahwa
al-Qur’an tidak akan pernah rusak atau hilang, dan akan selalu terbebas dari
penambahan, pengurangan, dan perubahan teks secara sewenang-wenang.
Demikian terjemahan dan penjelas oleh
Muhammad Asad. []

0 Komentar